Badai Kerinduan


Hari ini aku membantah pada keangkuhan, aku membantah pada air mata, pada uraian logis yang kadang mogis, aku membantah pada kesedihan.

Di dalam sana aku melihat perih, perih yang tak terurai tapi menggumpal.

Aku..

Aku yang berdiri di tengah badai kerinduan jauh sahabat, melihat sederet redam yang remuk dalam kebisuan.

Tepat sangat di dalam wajahku, berdiri tegar dengan senyum yang hambar.
Kawan, hari yang cerah membutakan lagi mataku dari segumpal rindu tak bertuan.
Sahatku ini.
Kawanku ini.
Sama layaknya dengan sahabatku yang lain dalam teori fisik dia tidak kekurangan sama sekali.
Tidak.
Dari segi psikologis dia logis walaupun tidak sangat, dari kecerdasan emosional dia mengkagumkan, kecerdasan intelektual tidak memalukan.
Lantas dimana yang membuat dia kadang ada tapi tak ada.
Kenapa ?

-kartika putri Nda-