Setiap manusia dilahirkan dengan hati yang bersih, walau kemudian suatu hari cinta dapat membuatnya patah tak terperi.
Banyak kata, banyak makna dan banyak renungan ketika aku telah masuk dalam alur ceritanya, mungkin yang ku maksud dengan kebohongan ia. Terasa begitu menyakitkan, walau hanya sekedar menghela nafas, sakitnya akan beranak puluhan kali lipat.
Sebuah kata sedih mungkin tidak cukup untuk menggambarkan luasnya hatiku akan kebohongannya.
Tapi lebih dari cukup untuk diucapkan lidah, lebih dari cukup untuk meneteskan air mata. Dan cukup untuk membuat imaginasi kita selalu berhaluan akan perpisahan.
Aku bisa tetap tersenyum saat mendapatkan nilai buruk dalam kehidupanku.
Aku pun masih bisa tersenyum saat aku terjatuh akan kebohongannya.
Namun aku tidak akan bisa tersenyum jika tidak bisa bertemu denganmu
Hati ini akan tersenyum saat berdua bersamamu. Dan hati ini akan termenung saat menanti kabar darimu.
Izinkan aku menjadikanmu sinar di dalam hatiku, izinkan aku mengagumimu tanpa harus kujelaskan, dan izinkanlah aku mendekapmu membelaimu menjagamu semampu ku.
Aku hanya bisa terdiam melihatnya. Seakan pasrah dengan semua
Karna ku mencintai bukan aku yang di cintai
Semoga kau bahagia dengan luka ku ini, semoga kau tenang dengan pederitaan hati ini.
Seraut wajah cantik yang ku sembunyikan. Tapi bukan karena itu kau cinta padaku. Juga bukan karena itu kau sayang padaku. Ku hiasi diri dengan budi pekerti. Ku hambakan diri ke hadirat illahi.
kurindukan pagiku saat kau bangunkanku dari pulas tidurku, kurindukan siangku saat kau teduhkan jiwa yang letih dan kurindukan malamku saat kau mengajakku ke dalam indah taman mimpi yang kau rajut dengan tulus kasihmu.
Aku hanya ingin habiskan malamku denganmu dengan kebahagiaan yang telah kau beri saat itu, Aku hanya ingin mendengar suaramu, dan aku hanya ingin mendengar ucapanmu yang tenangkan hatiku. Aku petik daun untuk ku jadikan kertas. Aku patahkan ranting untuk ku jadikan pena. Aku teteskan airmata untuk ku jadikan tinta. Lalu kutulis bahwa I love you and I just want you to be by my side until the end of life we later
Salam : Kartika Yuliani Pratiwi

No comments:
Post a Comment