sore di ujung matamu




sore ini sore yang damai , bgtulah yg aq rasakan sekitar 3 jam yang lalu.
ditemani segelas susu hangat aku duduk bersantai di atas loteng rumahq sembari memandang ke arah langit yang mendung . Canda tawa bocah bocah tetangga yg terdengar riang , mengingatkanku pada sosok bocah berumur 9 thun , entah bagaimana besarnya dia sekarang . dia pasti sudah banyak berubah . " Dia gendut , tinggi , cerdas , sudah pintar bicara. dia tidak seperti dulu lagi. " itulah yg aku dengar dari mereka. membuatku semakin rindu ingin bertemu . bisa bermain berdua seperti dlu lagi,tertawa bersama , aku menangis dia menangis , aku pergi kemanapun dia selalu mengikuti seakan tdk mau lepas dariku. itulah yg terkadang jga membuatku jengkel dan menggerutu dlam hati "Huh. aku ini sudah besar , aku juga punya teman dan keperluan . bukan hanya main denganmu dan menjagamu !"
tapi sekarang aq sangat ingin bermain dengannya , ingin mendengar tawa dan kebanggaannya setiap.kali berhasil mengalahkanku bermain video game . ingin melihatnya tersenyum riang smbil memperolok kekalalahanku . itu tawa yg polos . aku takut saat bertemu nnti dia sudah sangat besar smpai smpai aku tidak mengenalinya lagi.,dia sdah tidak manja lagi denganku , dia sudah tidak akan mengajakku bermain game bersama, tidak akan mengajakku bermain rumah rumahan , dia sudah tidak.akan menunjukkan padaku tawa polosnya itu.
aku pejamkan mata sejenak kemudian membukanya lagi . apa artinya kebebasan yg q punya saat ini tanpa dia. kebebasan yg sejak dulu aq inginkan, berkumpul dgn teman teman kapanpun aku mau , tidak ada lagi yg merengek minta ikut, merengek minta ditemani.
tapi ternyata rasanya tidak sesenang yg aku pikirkan dulu , lebih menyenangkan ketika aku menghabiskan waktu dirumah menemaninya . sekarang hanya perasaan sepi , setiap kali merasa kacau , tidak ada yg bisa diajak bermain. ini bukan hanya soal jarak , tapi juga soal keadaan . tidak.semudah membeli tiket lalu berangkat terbang dan sampai begitu saja . entah kapan saat saat seperti dulu akn terulang lagi ,.menyesalpun tidak ada gunanya . seperti baru membeli makanan di satu tempat , enak tidak enaknya tidak akan tau sebelum dicoba , kalaupun ternyata rasanya tidak enak toh juga sudah masuk di perut dan tidak bisa kembali utuh lagi . mau tidak mau harus dijalan apa yg ada saat ini .

"18.00" duduk berhadapan dgn layar komputer , mengetikkan kata demi kata yg berawal dari rasa dan inspirasi .
ini ceritaku , mana ceritamu ?

-salam , Maria Hananda.-